Membuktikan diri bukan sekadar tempat menimba ilmu, melainkan rumah yang menanamkan benih tanggung jawab dan ketulusan. Buktinya, beberapa guru yang kini berdiri di depan kelas adalah murid-murid yang pernah duduk di bangku yang sama bertahun-tahun lalu. Kami merangkum kisah inspiratif tiga guru yang juga alumni madrasah ini: Ibu Sabariah, S.Pd (Angkatan 1993) , Bapak Muhammad Riza Hidayatullah, S.Pd (Angkatan 2013) , dan Bapak M. Syahid Akmal (Angkatan 2012).

Keputusan Ibu Sabariah untuk terjun ke jalur pendidikan muncul setelah beliau menyadari betapa besar jasa para guru di MI Nurul Huda. “Dari merekalah saya belajar arti ketulusan dan tanggung jawab,” ujarnya.
Kembali mengabdi di madrasah asalnya didorong oleh rasa tanggung jawab moral untuk berkontribusi dan mengembangkan madrasah yang telah membentuknya. Perasaan berdiri di ruang kelas yang dulunya ia tempati sebagai siswa sangat campur aduk, antara haru dan bangga.
Harapan untuk Madrasah: “Saya berharap MI Nurul Huda Mantuil terus berkembang menjadi madrasah unggulan yang menghasilkan generasi cerdas, berakhlak mulia, dan cinta tanah air.”

Mengabdi kembali di MI Nurul Huda Mantuil adalah sebuah kebanggaan dan prestasi tersendiri baginya, karena sekolah ini yang telah membesarkan dan memberinya ilmu. Ia mengenang salah satu momen paling berkesan saat masih siswa, yaitu saat ia menjawab pertanyaan guru IPA dengan lugu bahwa ia memelihara tikus, yang mengundang tawa seluruh kelas.
Sebagai guru sekaligus alumni, Bapak Riza memiliki cara khusus mengembangkan perannya: ia selalu menekankan kepada anak-anak bahwa dirinya adalah bukti nyata bahwa MI Nurul Huda bisa mencetak orang-orang yang unggul.
Keunggulan Madrasah: “Keunggulan dari MI Nurul Huda Mantuil terletak pada dewan guru yang selalu setia kepada sekolah dan memberikan ilmu yang telah mereka dapat kepada murid-murid.”

Meskipun saat pertama kali menjadi guru, perasaannya campur aduk, seperti deg-degan, grogi, dan merasa tidak percaya, Bapak Syahid tetap menjalankan perannya dengan penuh dedikasi. Tempat favoritnya saat menjadi siswa dulu? Ternyata warung!
Pesan untuk Orang Tua: “Untuk orang tua, agar membantu mendidik anak-anak biar menjadi orang yang tahu sopan santun, bijak dalam mengambil keputusan, dan menjadi anak yang pintar dalam segala aspek.”
Kesimpulan: Keunggulan di Balik Kekeluargaan
Kisah tiga guru alumni ini menegaskan letak keunggulan hakiki MI Nurul Huda Mantuil: kedekatan antara guru dan siswa. Suasana belajar yang sangat kekeluargaan membuat siswa nyaman dan termotivasi.
Madrasah ini tidak hanya unggul dari segi fasilitas dan proses pembelajaran yang modern , tetapi yang terpenting, selalu menekankan pada akhlak dan nilai-nilai keislaman.
Pesan untuk Siswa: Belajarlah dengan sungguh-sungguh, hormati guru, dan jangan pernah menyerah. Gunakan waktu sebaik-baiknya, karena hasilnya akan terasa di masa depan


Masyaa Allah Tabarakallah semoga MI Nurul Huda makin Jaya!!!
Beri Komentar