Sabtu, 04-04-2026
  • Selamat Datang Di Website Madrasah Ibtidaiyah Nurul Huda Mantuil Banjarmasin

Asah Kemampuan Spasial, Siswa Kelas 6 MIS Nurul Huda Praktik Membuat Jaring-Jaring Kubus

Diterbitkan : - Kategori : Belajar Menarik dan aktif / Guru / Tahun Ajaran 2025/2026

BANJARMASIN – Siswa kelas 6 Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Nurul Huda Mantuil melaksanakan kegiatan pembelajaran matematika materi bangun ruang dengan praktik langsung pembuatan jaring-jaring kubus pada Senin (19/1/2026). Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman konkret kepada siswa mengenai struktur geometri dasar.

Metode Belajar Sambil Praktik

Dalam sesi pembelajaran ini, para siswa tidak hanya mempelajari teori di buku teks, tetapi juga diminta untuk mengonstruksi model tiga dimensi. Menggunakan media kertas karton, penggaris, dan gunting, setiap siswa mencoba menemukan berbagai variasi bentuk jaring-jaring yang dapat membentuk sebuah kubus sempurna.

“Melalui praktik ini, siswa dapat memahami bahwa sebuah kubus terdiri dari enam sisi persegi yang kongruen. Jika susunannya salah, maka bangun tersebut tidak akan bisa membentuk kubus,” ujar guru matematika kelas 6 yang memandu kegiatan tersebut.

Meningkatkan Ketelitian dan Kreativitas

Selama proses pembuatan, para siswa dituntut untuk memiliki ketelitian tinggi dalam pengukuran. Kesalahan satu milimeter saja pada sisi persegi dapat menyebabkan bangun ruang menjadi tidak presisi atau miring saat dirakit.

Selain mengasah logika matematika, kegiatan ini juga memicu kreativitas siswa dalam menghias jaring-jaring mereka sebelum disatukan. Penggunaan alat peraga buatan sendiri ini terbukti meningkatkan antusiasme belajar siswa dibandingkan dengan metode ceramah satu arah.

Pentingnya Pemahaman Geometri

Materi jaring-jaring kubus merupakan fondasi penting bagi siswa sekolah dasar sebelum melangkah ke materi yang lebih kompleks, seperti perhitungan luas permukaan dan volume bangun ruang. Dengan memegang fisik bangun ruang yang mereka buat sendiri, abstraksi matematika menjadi lebih mudah dipahami oleh anak-anak.

Kegiatan ditutup dengan pengumpulan hasil karya terbaik untuk dijadikan alat peraga di kelas sebagai referensi belajar mandiri bagi siswa lainnya.

0 Komentar

Beri Komentar

Balasan