Sabtu, 04-04-2026
  • Selamat Datang Di Website Madrasah Ibtidaiyah Nurul Huda Mantuil Banjarmasin

Kreatif dan Hemat: Siswa Kelas IV MI Nurul Huda Mantuil Ubah Barang Bekas Jadi Media Belajar Matematika

Diterbitkan : - Kategori : Belajar Menarik dan aktif / Tahun Ajaran 2025/2026

Banjarmasin, 04 November 2025 — Pembelajaran matematika di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Nurul Huda Mantuil, Banjarmasin Selatan, menjadi lebih menarik dan aplikatif berkat inovasi pemanfaatan barang bekas sebagai media belajar. Di bawah bimbingan guru kelas, Ibu Siti Norhasanah, S.Pd, siswa-siswi kelas IV berhasil menyulap sampah dan material tak terpakai menjadi alat peraga edukatif yang efektif.

Kegiatan ini merupakan terobosan untuk membuat konsep matematika yang abstrak, seperti materi bangun ruang atau pecahan, menjadi lebih konkret dan mudah dipahami siswa. Berbagai barang seperti kardus bekas, tutup botol, sedotan, hingga kain perca, disulap menjadi model-model bangun ruang, alat hitung, atau kepingan pecahan yang berwarna-warni.

Ibu Siti Norhasanah, S.Pd, menjelaskan bahwa inisiatif ini tidak hanya bertujuan meningkatkan hasil belajar, tetapi juga menumbuhkan kreativitas dan kesadaran lingkungan sejak dini.

“Dengan membuat alat peraga sendiri dari barang bekas, siswa menjadi lebih aktif, proses belajar lebih menyenangkan, dan yang paling penting, mereka belajar bahwa sampah pun bisa memiliki nilai guna,” ujarnya.

Siswa tampak antusias berkolaborasi dalam kelompok, mengukur, memotong, dan merangkai barang bekas menjadi media belajar yang fungsional. Mereka dapat langsung memegang dan memvisualisasikan materi pelajaran, yang pada akhirnya meningkatkan literasi numerasi mereka.

Pemanfaatan Barang Bekas: Lebih dari Sekadar Media Belajar

Inisiatif di MI Nurul Huda Mantuil ini selaras dengan manfaat luas dari pemanfaatan kembali barang bekas (reuse dan upcycle) bagi kehidupan dan lingkungan, yaitu:

  • Aspek Lingkungan (Prinsip 3R): Mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA), membantu melestarikan sumber daya alam, dan menekan polusi akibat proses produksi barang baru. Kegiatan ini secara langsung mengajarkan siswa tentang pentingnya daur ulang (recycle).
  • Aspek Ekonomi: Menghemat biaya pengadaan alat peraga. Sekolah dan orang tua tidak perlu membeli bahan baru yang mahal, melainkan memanfaatkan material yang sudah ada, sehingga lebih ekonomis.
  • Aspek Pendidikan: Mendorong kreativitas, keterampilan motorik, dan pemecahan masalah pada siswa. Dengan membuat media sendiri, pemahaman konsep pelajaran menjadi lebih mendalam karena adanya keterlibatan langsung (belajar sambil berkarya).
  • Aspek Sosial: Mendorong kerja sama tim saat siswa berkolaborasi dalam membuat media, serta memupuk rasa bangga dan kepemilikan terhadap hasil karyanya.

Pemanfaatan barang bekas ini membuktikan bahwa keterbatasan dana tidak menghalangi kreativitas dalam menciptakan lingkungan belajar yang efektif dan inspiratif, sekaligus menanamkan nilai-nilai cinta lingkungan kepada generasi penerus.

2 Komentar

Dewi majid
Selasa, 4 Nov 2025

Sangat kreatif,edukatif dan inspiratif MI Nurul Huda Mantuil..mengajarkan kepada siswa bahwa barang bekaspun msh bisa di gunakan..

Balas
Dewi
Selasa, 4 Nov 2025

Sangat kreatif,edukatif dan inspiratif MI Nurul Huda Mantuil..mengajarkan kepada siswa bahwa barang bekaspun msh bisa di gunakan..

Balas

Beri Komentar

Tinggalkan Balasan ke Dewi Batalkan balasan