Sabtu, 04-04-2026
  • Selamat Datang Di Website Madrasah Ibtidaiyah Nurul Huda Mantuil Banjarmasin

Merayakan Dedikasi, Membangun Negeri! Upacara Kolosal HUT PGRI dan Hari Guru Nasional 2025 di MAN 2 Kota Banjarmasin

Diterbitkan : - Kategori : Guru / HARI GURU NASIONAL / Tahun Ajaran 2025/2026 / UPACARA

BANJARMASIN, 27 November 2025 – Pagi yang cerah di Kota Seribu Sungai menjadi saksi kemeriahan dan kekhidmatan pelaksanaan Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) ke-80 dan Hari Guru Nasional (HGN) tahun 2025. Bertempat di lapangan utama yang megah, Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota Banjarmasin dipercaya menjadi tuan rumah pelaksana acara kolosal yang menyatukan ribuan pendidik di bawah naungan Kementerian Agama dan Dinas Pendidikan.

Ribuan Pendidik Bersatu dalam Satu Barisan
Upacara ini melibatkan seluruh dewan guru dan tenaga kependidikan dari berbagai jenjang pendidikan di Kota Banjarmasin. Barisan rapi terpampang mulai dari guru Raudhatul Athfal (RA), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), hingga Madrasah Aliyah (MA).

Kehadiran perwakilan guru-guru dari setiap madrasah, termasuk rombongan dari MIS Nurul Huda Mantuil, bukan hanya sekadar formalitas, namun menjadi simbol nyata persatuan korps guru dalam mengemban misi suci mencerdaskan anak bangsa.

“Peringatan ini adalah pengingat bahwa guru adalah profesi mulia yang harus terus berinovasi. Kita harus menjadi agen perubahan, tidak hanya mengajar, tetapi juga mendidik karakter dan moral,” ujar Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Banjarmasin selaku Pembina Upacara, dalam amanatnya.

Dedikasi Cemerlang dari MIS Nurul Huda Mantuil
Kehormatan besar diberikan kepada guru-guru berdedikasi yang ditunjuk sebagai petugas inti upacara. Dalam kesempatan ini, MIS Nurul Huda Mantuil turut menyumbangkan tenaga terbaiknya, menunjukkan bahwa madrasah di daerah Mantuil memiliki kualitas SDM yang mumpuni.

Ibu Aulia Hidayah, S.Pd., tampil memukau sebagai Pembaca Sejarah PGRI. Dengan intonasi yang tegas dan jelas, Ibu Aulia berhasil membawa seluruh peserta upacara kembali ke akar perjuangan PGRI, sebuah organisasi yang lahir dari semangat guru-guru pejuang kemerdekaan. Pembacaan ini menjadi momen refleksi kolektif mengenai pentingnya peran guru dalam sejarah Indonesia.

Bapak M. Riza Hidayatullah, S.Pd., menjalankan tugas sebagai Ajudan Pembina Upacara dengan penuh tanggung jawab dan kedisiplinan tinggi. Keberadaan beliau di sisi Pembina Upacara memastikan bahwa protokol acara berjalan lancar dan khidmat dari awal hingga akhir.

Harapan dan Tantangan Pendidikan di Era Digital
Dalam pidatonya, Pembina Upacara juga menyoroti tema Hari Guru Nasional tahun ini, yang berfokus pada adaptasi pendidikan di era teknologi. Para guru didorong untuk tidak hanya menguasai materi pelajaran, tetapi juga harus melek digital dan mampu mengintegrasikan teknologi dalam proses belajar mengajar.

“Tantangan kita ke depan adalah mencetak generasi yang memiliki kompetensi global namun tetap berakar pada nilai-nilai lokal. Guru adalah kunci utamanya. Kita harus terus belajar dan berkembang, demi anak-anak kita,” tambahnya.

Rangkaian upacara ditutup dengan pemberian penghargaan kepada Kepala Madrasah berprestasi yang secara indah menggambarkan dedikasi tanpa batas para pendidik. Suara tepuk tangan menggema di seluruh lapangan, menjadi apresiasi tulus atas jasa para pahlawan tanpa tanda jasa.

0 Komentar

Beri Komentar

Balasan