
Banjarmasin, 21 Oktober 2025 – Dalam upaya melestarikan warisan budaya lokal dan membuat pembelajaran lebih interaktif, siswa kelas 2 MI Nurul Huda Mantuil Banjarmasin baru-baru ini menggelar kegiatan praktik Permainan Rakyat Banjar yang dikenal sebagai “Permainan Bakujur.” Kegiatan ini disambut antusias oleh para siswa, sekaligus menjadi jembatan pengenalan terhadap kekayaan tradisi Suku Banjar.
Kegiatan ini merupakan bagian dari Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) yang berfokus pada tema kearifan lokal. Di bawah bimbingan guru kelas, puluhan siswa berkumpul di lapangan madrasah untuk bermain Bakujur, salah satu permainan tradisional Banjar yang kini jarang terlihat di tengah gempuran permainan modern dan digital.
Kepala Madrasah MI Nurul Huda Mantuil, Supiani, S.Ag., menyatakan bahwa inisiatif ini sangat penting untuk menanamkan rasa cinta tanah air dan budaya lokal sejak dini.
“Kami tidak hanya ingin siswa pandai secara akademik, tetapi juga memiliki identitas budaya yang kuat. Dengan bermain Bakujur, anak-anak tidak hanya bergerak aktif, tapi juga belajar nilai-nilai sportivitas, kerjasama, dan memahami akar budaya mereka sendiri. Ini adalah warisan yang harus kita jaga,” tegas Supiani, S.Ag.
Para siswa terlihat riang gembira. Tawa dan sorakan mewarnai sesi bermain yang penuh semangat, menunjukkan bahwa permainan tradisional mampu bersaing dengan daya tarik modern jika diperkenalkan dengan cara yang menarik.
Permainan Bakujur adalah salah satu permainan rakyat Banjar yang populer dimainkan di Provinsi Kalimantan Selatan. Kata “Bakujur” dalam bahasa Banjar memiliki arti yang kurang lebih sama dengan “berkejar-kejaran” atau “saling mengejar.”
Berikut adalah fakta dan cara bermain Bakujur:
Tujuan utama Bakujur adalah melatih kecepatan gerak, ketangkasan, strategi, serta membangun kerjasama tim dan sportivitas.
Permainan ini umumnya dimainkan oleh dua regu atau lebih, dengan jumlah anggota masing-masing regu minimal 4 hingga 8 orang.
Dengan melestarikan Bakujur, MI Nurul Huda Mantuil tidak hanya mengajarkan sejarah, tetapi juga memberikan pengalaman nyata tentang identitas budaya Banjar yang kaya akan nilai-nilai luhur.






Beri Komentar