
Banjarmasin, MI Nurul Huda Mantuil – Suasana ceria dan penuh tawa mewarnai kegiatan belajar di MI Nurul Huda Mantuil Banjarmasin hari ini. Sebagian siswa Kelas 3A dan 3B mengikuti sesi pembelajaran yang unik dan interaktif, yaitu bermain peran dari cerita-cerita fabel. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap nilai-nilai moral sambil mengasah kreativitas dan kemampuan berekspresi mereka.
Kegiatan yang dipandu oleh guru mata pelajaran Bahasa Indonesia ini dimulai dengan pembagian kelompok dan pemilihan cerita fabel populer seperti “Kancil dan Buaya” atau “Semut dan Belalang”. Anak-anak tampak antusias mendalami peran sebagai tokoh binatang, lengkap dengan tingkah laku dan suara yang menirukan karakter masing-masing.
“Kami ingin membuat proses belajar menjadi menyenangkan dan mudah diingat,” ujar Bapa Muhammad Riza Hidayatullah, S.Pd guru Kelas 3B. “Melalui bermain peran, mereka tidak hanya menghafal alur cerita, tetapi juga menghayati pesan moral yang terkandung di dalamnya, seperti pentingnya kejujuran, kerja keras, dan tolong-menolong. Kami melihat banyak bakat akting dan kreativitas yang muncul hari ini.”
Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi metode pembelajaran yang berkelanjutan, membantu siswa mengembangkan kecerdasan emosional dan sosial sejak dini.

Untuk memberikan pemahaman yang menyeluruh bagi pembaca, khususnya orang tua dan pendidik, berikut adalah ulasan singkat mengenai apa itu fabel.
Fabel adalah salah satu genre sastra berupa cerita fiksi (khayalan) yang menampilkan binatang sebagai tokoh utamanya. Dalam cerita fabel, binatang tersebut diceritakan memiliki akal, watak, tingkah laku, dan dapat berbicara layaknya manusia (antropomorfisme).
Fabel sering disebut juga sebagai cerita moral karena tujuan utamanya adalah untuk memberikan ajaran moral dan budi pekerti dengan menunjukkan sifat-sifat baik dan buruk manusia melalui simbol binatang.
Beberapa karakteristik yang membedakan fabel dari jenis cerita lain meliputi:
| Ciri Utama | Keterangan |
| Tokoh Binatang | Pelaku utama dalam cerita seluruhnya atau mayoritas adalah binatang. |
| Watak Manusiawi | Binatang memiliki sifat, perilaku, dan kemampuan berbicara seperti manusia. Watak tokoh digambarkan ada yang baik (protagonis) dan ada yang buruk (antagonis). |
| Pesan Moral (Amanat) | Selalu mengandung pesan atau nasihat tentang moralitas yang dapat dicontoh oleh pembaca. |
| Alur Sederhana | Cerita umumnya singkat, sederhana, dan bergerak cepat. |
| Latar Alam | Sering menggunakan latar tempat di lingkungan alam seperti hutan, sungai, danau, atau padang rumput. |

Teruskan
_”Luar biasa! Kalian telah menunjukkan bahwa belajar tidak harus selalu serius dan kaku. Lewat fabel, kalian bukan hanya memahami pesan moral yang penting, tapi juga melatih imajinasi, kreativitas, dan kerja sama. Belajar sambil bermain seperti ini membuat pelajaran jadi lebih hidup dan menyenangkan. Teruslah berkarya dan jadikan setiap cerita sebagai jendela untuk memahami dunia dengan cara yang unik dan penuh makna!”
Beri Komentar