Sabtu, 04-04-2026
  • Selamat Datang Di Website Madrasah Ibtidaiyah Nurul Huda Mantuil Banjarmasin

Peringati Isra Mi’raj 1447 H, Siswa MIS Nurul Huda Mantuil Dalami Kisah Perjalanan Agung Rasulullah

Diterbitkan : - Kategori : Tahun Ajaran 2025/2026

Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Nurul Huda Mantuil menggelar peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW pada Kamis (15/1/2026), yang bertepatan dengan 26 Rajab 1447 Hijriah. Kegiatan yang berlangsung khidmat di halaman madrasah ini menghadirkan Ustadz Rudy Khairuddin sebagai penceramah utama.

Poin Utama Perjalanan Isra Mi’raj

Dalam tausiyahnya, Ustadz Rudy Khairuddin mengupas tuntas detail perjalanan luar biasa Rasulullah SAW. Beliau menjelaskan bahwa Isra merupakan perjalanan malam hari dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa menggunakan Buraq, sementara Mi’raj adalah naiknya Nabi ke Sidratul Muntaha melalui tangga langit hingga mencapai Mustawan.

“Dalam perjalanan tersebut, Nabi dikawal oleh Malaikat Jibril di sebelah kanan dan Malaikat Mikail di sebelah kiri. Beliau juga diperlihatkan Baitul Makmur, yang merupakan Ka’bah bagi para ruh malaikat, nabi, dan rasul,” terang Ustadz Rudy di hadapan ratusan siswa dan tenaga pengajar.

Keajaiban Buraq dan Keteguhan Iman

Salah satu poin menarik yang disampaikan adalah tentang Buraq. Kendaraan surga yang ukurannya lebih kecil dari kuda namun lebih besar dari keledai ini memiliki sayap di pahanya. Ustadz Rudy menceritakan kisah haru tentang satu dari 40.000 Buraq yang menangis setiap hari karena rindu ingin bertemu Nabi Muhammad SAW setelah melihat nama beliau tertulis di surga.

Selain itu, jemaah juga diingatkan tentang keteguhan iman melalui kisah Masyitah, pengasuh anak Firaun. Masyitah bersama bayinya rela dihukum rebus demi mempertahankan keislaman mereka. “Kisah ini menjadi pengingat bagi para siswa untuk senantiasa menjaga iman di atas segalanya,” tambahnya.

Intisari Perintah Shalat dan Amalan Rajab

Sebagai inti dari peristiwa Isra Mi’raj, Ustadz Rudy menekankan bahwa oleh-oleh utama dari perjalanan tersebut adalah perintah shalat lima waktu. Beliau memperingatkan tentang siksaan bagi orang yang meninggalkan shalat fardu, sembari menjabarkan dua janji Allah bagi mereka yang mendirikannya: terhindar dari perbuatan keji dan mungkar, serta memiliki akhlak yang baik.

Menutup ceramahnya, beliau membagikan tiga amalan agar menjadi umat yang bercahaya di akhirat nanti, yaitu:

  1. Basahnya lidah dengan zikir menyebut nama Allah.
  2. Hati yang selalu terpaut dengan masjid.
  3. Berbakti dan tidak pernah durhaka kepada kedua orang tua.

Beliau juga mengingatkan keutamaan bulan Rajab, di mana bagi siapa saja yang memperbanyak shalawat di bulan ini, Allah menjanjikan mereka dapat meminum air susu di surga kelak.

Peringatan Isra Mi’raj di MIS Nurul Huda Mantuil ini diharapkan dapat meningkatkan kecintaan siswa terhadap Nabi Muhammad SAW serta memperkuat komitmen mereka dalam menjalankan ibadah shalat tepat waktu.

0 Komentar

Beri Komentar

Balasan