Dalam upaya mengenalkan kekayaan budaya lokal melalui kuliner, siswa kelas 5 MIS Nurul Huda Mantuil melaksanakan kegiatan praktik lapangan bertajuk “Mengenal Soto Banjar”. Kegiatan yang memadukan pendidikan kemandirian dan pelestarian budaya ini melibatkan kolaborasi aktif antara pihak sekolah, siswa, dan orang tua.
Berbeda dengan praktik memasak pada umumnya, kegiatan ini dimulai dari dapur rumah masing-masing siswa. Sejak pagi hari, para siswa didampingi oleh orang tua atau wali murid belajar meracik bumbu rempah khas Soto Banjar, seperti kayu manis, pala, dan cengkeh, hingga menyuwir ayam dan menyiapkan ketupat.
Kolaborasi Madrasah dan Keluarga Kepala Madrasah MIS Nurul Huda Mantuil menyampaikan bahwa metode ini dipilih untuk mempererat hubungan (bonding) antara anak dan orang tua di rumah.
“Kami ingin siswa tidak hanya tahu rasa sotonya saja, tapi juga memahami proses pembuatannya. Melibatkan orang tua di rumah adalah cara efektif agar ilmu masak-memasak ini turun langsung dari keluarga ke anak,” ujarnya.
Antusiasme di Sekolah Setelah proses memasak di rumah selesai, para siswa membawa hasil karya kuliner mereka ke sekolah dengan penuh semangat. Ruang kelas yang biasanya tenang berubah menjadi semarak dengan aroma harum kuah soto yang menggugah selera.
Di sekolah, hasil masakan tersebut dipresentasikan di hadapan guru pengampu. Para siswa tampak bangga menunjukkan hasil jerih payah mereka. Kegiatan ditutup dengan makan bersama, di mana para siswa saling berbagi dan mencicipi soto buatan teman-teman mereka.
Edukasi Karakter dan Budaya Selain aspek kuliner, kegiatan ini juga bertujuan menanamkan nilai-nilai karakter seperti tanggung jawab, kemandirian, dan rasa bangga terhadap identitas daerah. Soto Banjar dipilih karena merupakan ikon kuliner Kalimantan Selatan yang wajib dijaga kelestariannya oleh generasi muda, terutama para santri di MIS Nurul Huda.
Dengan adanya praktik seperti ini, diharapkan para siswa tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki keterampilan praktis dan kecintaan yang tinggi terhadap warisan budaya Banua.
Berikut beberapa dokumentasi pembelajaran













Beri Komentar